WWW.ABIDOSNEWS.COM // LANGSA-Ditengah kondisi yang semakin membahayakan, para petugas pemadam kebakaran dan tim penanggulangan Karhutla, TNI, POLRI Polsek Rantau selamat, yang dipimpin oleh Kapolsek AKP, A HARIS NUR, SH, terus bergerak.
Saat sebagian Orang memilih menjauh dari kobaran api, mereka, justru, mendekat. Bukan tanpa resiko, di balik setiap api yang berhasil dipadamkan, ada keringat, lelah, bahkan ancaman keselamatan nyawa, yang harus mereka hadapi.
Seperti, Pada hari Selasa tanggal 1 September 2026, sekira pukul 14.20 WIB, kebakaran lahan terjadi.
Lahan itu milik pak Abdullah puteh seluas 03 (Tiga Rante), yang berada di Dusun Keluarga, Gampong. Sarah Teubee, Kec.Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur.
Dengaan sigap cepat. Langkah kaki..! terus menyusuri lahan, yang terbakar. Seragam, yang mereka kenakan, mulai basah keringat. Wajah pun tertutup. Asap pekat.
Namun, selang air tetap diarahkan, ketitik api, yang masih menyala.
Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan, terus berjibaku, memutus penjalaran api, agar tidak semakin meluas.
Kondisi medan yang sulit membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan.
Tanah gambut yang menyimpan bara menjadi tantangan tersendiri.
Api yang terlihat padam pun, bisa kembali muncul beberapa saat kemudian.
Proses pemadam api berjam-jam, ditengah kepungan asap menguras tenaga.
Namun, bagi para petugas, meninggalkan lokasi sebelum api dijinakkan bukanlah pilihan.
Pergantian membawa peralatan, menyomprot air, membuka akses menuju titik api. Dilakukan para petugas tanpa mengeluh.
Dibalik perjuangan mereka, ada satu tujuan yang sama. Api tidak meluas, warga tetap aman, dan hutan yang terbakar, bisa diselamatkan.
Disetiap satu titik api berhasil dijinakkan, ada harapan, bencana, tidak semakin besar.
DARI ACEH TIMUR, HUMAS POLRI, POLRES LANGSA, ABIDOS,MELAPORKAN. RABU ( 2-9-2026).





.png)